Banyak pengusaha hotspot mulai dengan Mikhmon — aplikasi web gratis yang memudahkan membuat dan mencetak voucher MikroTik. Ketika ingin membukanya dari luar rumah, muncul istilah "Mikhmon online": Mikhmon dipasang di hosting supaya bisa diakses dari HP di mana saja. Di sisi lain ada RADIUS hotspot, yang juga bisa dibuka dari mana saja. Lalu apa bedanya?
Beda paling dasar: siapa yang menyimpan voucher
Mikhmon (lokal maupun online) berbicara dengan router lewat API RouterOS. Saat Anda membuat 100 voucher, Mikhmon menambahkan 100 user ke /ip hotspot user di router. Harga dan masa aktif ditulis di skrip on-login user profile, dan pencatatan penjualan juga dilakukan oleh skrip di router. Jadi router adalah tempat datanya; Mikhmon adalah tampilan untuk mengelolanya.
RADIUS hotspot membalik arahnya. Router tetap menjalankan hotspot biasa, tetapi tidak menyimpan daftar voucher. Saat pembeli mengetik kode, router bertanya ke server RADIUS; server memeriksa kode, masa aktif, kecepatan, batas HP, lalu menjawab terima atau tolak. Server adalah tempat datanya; router cukup bertanya.
Akses dari luar: port API vs VPN keluar
Supaya Mikhmon online bisa mengelola router, server hostingnya harus bisa masuk ke port API router. Biasanya lewat IP publik dan port forward, DDNS/IP Cloud, atau terowongan VPN yang Anda siapkan sendiri. Membuka port API ke internet perlu dijaga baik-baik (sandi kuat, batasi alamat yang boleh masuk).
Pada RADIUS hotspot MikrotikBot, router yang menyambung keluar ke server lewat VPN L2TP yang dipasang satu skrip. Tidak ada port router yang dibuka ke internet, dan internet rumahan tanpa IP publik tetap bisa. Lihat hotspot MikroTik tanpa IP publik.
Perbandingan singkat
| Hal | Mikhmon online | RADIUS hotspot (MikrotikBot) |
|---|---|---|
| Voucher disimpan | User hotspot di router | Server RADIUS |
| Router ramai voucher | Daftar user di router bertambah | Router tetap ringan |
| Banyak router | Dikelola per router | Satu voucher berlaku di semua router |
| Catatan penjualan | Di router, ikut hilang bila router di-reset/diganti | Di server, tetap utuh walau voucher dihapus |
| Akses router dari internet | Port API harus terjangkau | Tidak perlu; VPN keluar |
| Agen | Dicatat sendiri | Titipan; terjual saat dipakai login, setoran terhitung |
| Biaya | Gratis + hosting sendiri | Rp25.000/bulan per 1 router + 100 HP online |
Kapan Mikhmon online sudah cukup, kapan RADIUS lebih pas
Mikhmon online sudah cukup bila Anda punya satu router, voucher yang beredar tidak terlalu banyak, dan Anda nyaman mengurus hosting serta akses API router. Banyak usaha berjalan baik dengan cara ini.
RADIUS lebih pas bila:
- titik hotspot bertambah dan Anda ingin satu voucher berlaku di semua titik;
- voucher yang beredar sudah ribuan;
- Anda menitipkan voucher ke banyak warung/konter dan lelah menghitung setoran manual;
- lokasi tidak punya IP publik;
- Anda tidak ingin catatan penjualan hilang saat router rusak atau di-reset.
Kalau memutuskan pindah
Voucher yang sudah tercetak dan beredar tidak perlu dibuang. Export user hotspot dari router, lalu pindahkan ke server — kode dan sandinya tetap sama. Langkah lengkapnya ada di cara pindah dari Mikhmon ke RADIUS hotspot. Untuk perbandingan dengan aplikasi bot Telegram juga, baca alternatif Mikhmon dan MikBotAm.
Tanya jawab
Apakah Mikhmon online butuh IP publik?
Pada umumnya ya, atau penggantinya: server tempat Mikhmon dipasang harus bisa menjangkau port API router, lewat IP publik dan port forward, DDNS/IP Cloud, atau VPN. Pada RADIUS hotspot seperti MikrotikBot, router yang menyambung keluar ke server lewat VPN L2TP, jadi tidak perlu IP publik.
Mana yang lebih ringan untuk router?
Pada RADIUS, voucher tidak disimpan sebagai user hotspot di router, sehingga daftar user di router tidak menumpuk walau voucher yang beredar ribuan.
Bisakah memakai keduanya bersamaan?
Bisa untuk masa peralihan, tetapi selama voucher masih ada di /ip hotspot user router, router memakai data lokal itu lebih dulu. Setelah voucher dipindahkan ke server RADIUS, hapus user lama dari router.
Mikhmon dan MikBotAm adalah merek milik pemiliknya masing-masing. MikrotikBot tidak berafiliasi dengan, tidak didukung oleh, dan tidak mewakili pembuat kedua aplikasi tersebut. Nama-nama itu disebut hanya untuk menjelaskan perbedaan cara kerja secara faktual.