MikBotAm dikenal sebagai aplikasi gratis yang menggabungkan MikroTik dengan bot Telegram: voucher dibuat dari Telegram dan reseller bisa membeli voucher memakai saldo. Kalau Anda mencari alternatif MikBotAm — misalnya karena tidak ingin mengurus hosting, router tidak punya IP publik, atau ingin agen tanpa deposit — artikel ini membandingkan pendekatannya secara netral.
Dua pendekatan jual voucher lewat Telegram
1. Bot + API router + sistem saldo
Ini pendekatan MikBotAm: aplikasi PHP di hosting menerima pesan Telegram (webhook) lalu masuk ke router lewat API RouterOS untuk membuat user hotspot. Router harus bisa dijangkau dari server bot — lewat IP publik, DDNS/IP Cloud, atau VPN. Penjual/reseller memakai saldo: saldo dipotong saat membeli voucher.
2. Bot + server RADIUS + sistem titipan
Ini pendekatan MikrotikBot: bot Telegram milik Anda sendiri terhubung ke server RADIUS, tempat voucher disimpan. Router cukup bertanya ke server setiap ada login, lewat VPN L2TP keluar — tidak perlu IP publik. Agen tidak punya saldo: voucher yang diambil lewat bot menjadi titipan, dan baru masuk "harus disetor" saat dipakai login pertama kali.
Perbandingan
| Hal | MikBotAm | MikrotikBot |
|---|---|---|
| Server bot | Anda pasang sendiri (hosting PHP + webhook) | Disediakan; Anda hanya menempel kunci BotFather |
| Hubungan ke router | API RouterOS; router perlu bisa dijangkau | RADIUS lewat VPN L2TP keluar; tanpa IP publik |
| Tempat voucher | User hotspot di router | Server RADIUS |
| Model agen | Saldo/deposit, dipotong saat membeli | Titipan tanpa saldo, terjual saat dipakai login |
| Siapa yang dilayani bot | Sesuai pengaturan aplikasi | Hanya orang yang dihubungkan lewat kode dari panel |
| Biaya | Gratis + hosting sendiri | Termasuk langganan Rp25.000/bulan (1 router + 100 HP online) |
Model saldo cocok bila reseller Anda memang terbiasa deposit di depan. Model titipan cocok untuk warung dan konter yang tidak mau menaruh modal: mereka hanya menyetor uang voucher yang benar-benar laku.
Seperti apa percakapannya di MikrotikBot
Agen mengirim /menu, mengetuk tombol paket (misalnya Rp 5.000 = 1 HARI), menekan Ya, buat voucher, lalu menerima pesan voucher yang bisa langsung diteruskan ke pembeli. Contoh percakapan lengkap dan cara memasang bot ada di panduan bot Telegram.
Memasang dalam 10 menit
- Buat bot di BotFather (
/newbot) dan salin kuncinya. - Tempel di Pengaturan → Bot Telegram, tekan Periksa & simpan.
- Tambah agen di Daftar Agen, tekan Hubungkan Telegram, kirim tautannya ke agen.
- Atur format kode per paket bila ingin, misalnya voucher 2.000 berupa angka saja.
Ingin melihat perbandingan yang lebih luas, termasuk aplikasi pengelola voucher berbasis web? Baca alternatif Mikhmon dan MikBotAm.
Tanya jawab
Apakah perlu hosting sendiri untuk bot Telegram MikrotikBot?
Tidak. Bot memakai kunci dari BotFather milik Anda sendiri, dan pesan Telegram diterima server MikrotikBot. Anda cukup menempelkan kunci bot di panel.
Apakah agen harus deposit saldo dulu?
Tidak. Di MikrotikBot agen tidak punya saldo. Voucher yang diambil agen lewat bot menjadi titipan dan baru disetor setelah terjual (dipakai login pertama kali). Jumlah titipan belum terjual lewat bot dibatasi, bawaan 20 per agen.
Bisakah pemilik menerima kabar router putus di Telegram?
Bisa. Pemilik yang terhubung ke bot menerima kabar saat router putus 5 menit, masih putus 1 jam, dan tersambung lagi.
Mikhmon dan MikBotAm adalah merek milik pemiliknya masing-masing. MikrotikBot tidak berafiliasi dengan, tidak didukung oleh, dan tidak mewakili pembuat kedua aplikasi tersebut. Nama-nama itu disebut hanya untuk menjelaskan perbedaan cara kerja secara faktual.