Artikel

Sistem agen voucher WiFi tanpa modal di depan

Warung dan konter mau menjual voucher Anda kalau tidak perlu menaruh modal. Masalahnya ada di pencatatan: berapa yang laku, berapa yang harus disetor. Begini cara sistem titipan menyelesaikannya.

Diperbarui 4 Oktober 2026 · ±2 menit baca

Masalah klasik setoran agen

  • Voucher dititipkan 50 lembar, minggu depan agen bilang laku 30 — tidak ada cara memastikannya.
  • Setoran dicatat di buku tulis, sering selisih, dan bikin canggung.
  • Agen enggan deposit di depan, padahal sistem saldo membutuhkannya.

Cara kerja titipan

  1. Titip: voucher tercatat "di tangan agen" — tanpa saldo, tanpa batas jumlah.
  2. Terjual saat dipakai: begitu pembeli memakai voucher itu untuk login pertama kali, server mencatatnya terjual dan menambah harus disetor sebesar harga agen. Tidak ada yang perlu ditekan, dan tidak bisa diakali dengan "belum laku".
  3. Setor: agen menyerahkan uang; kasir mencatat setoran dan "harus disetor" turun. Setoran tidak bisa lebih dari yang harus disetor.
  4. Tarik: voucher yang belum terjual bisa ditarik kembali ke stok kapan saja.

Karena penentunya adalah login di router, angka "terjual" dan "harus disetor" sama di mata Anda dan agen. Itulah yang membuat setoran tidak lagi jadi perdebatan.

Harga pembeli dan harga agen

Setiap paket punya dua harga: harga ke pembeli (yang dibayar orang di warung) dan harga ke agen (yang disetor agen ke Anda). Selisihnya untung agen. Contoh: voucher harian Rp5.000, harga agen Rp4.000 → agen untung Rp1.000 per voucher, Anda menerima Rp4.000. Harga agen melekat di voucher saat dibuat, jadi menaikkan harga paket kemudian tidak mengubah tagihan voucher yang sudah dititipkan.

Agen mengambil voucher sendiri lewat Telegram

Dengan bot Telegram milik Anda, agen bisa membuat voucher titipan sendiri kapan saja: /menu → pilih paket → Ya, buat voucher → teruskan ke pembeli. Jumlah titipan belum terjual lewat bot dibatasi (bawaan 20 per agen) supaya tetap terkendali. Lihat panduan bot Telegram.

Laporan per agen

Laporan menampilkan voucher terjual lewat agen, setoran, koreksi, dan "harus disetor sekarang" untuk setiap agen, serta rincian setiap kejadian — tetap utuh walau vouchernya sudah dihapus. Lihat panduan laporan.

Tanya jawab

Apa bedanya titipan dengan sistem saldo/deposit?

Pada sistem saldo, agen membayar di depan dan saldonya dipotong saat mengambil voucher. Pada titipan, agen tidak membayar apa pun di depan; ia hanya menyetor uang voucher yang benar-benar terjual.

Bagaimana kalau voucher titipan hilang?

Nonaktifkan vouchernya. Karena agen belum membayar apa pun untuk voucher titipan, tidak ada uang yang perlu dikembalikan. Kalau ternyata sudah dipakai, penjualannya tetap tercatat dan bisa dikoreksi pemilik.

Bisakah agen memakai harga jual sendiri?

Bisa. Yang dicatat adalah harga agen (yang disetor ke Anda). Matikan Cetak harga di voucher bila agen ingin menentukan harga jualnya sendiri.

Siap mencoba?Daftar gratis, atur paket dan voucher sepuasnya. Voucher mulai bisa dipakai pembeli setelah saldo bulan pertama diisi.Daftar gratis